Kurangi Risiko Bencana Lewat Komunikasi Radio

By Humas PMI Kab. Boyolali 16 Apr 2019, 11:15:23 WIB
Kurangi Risiko Bencana Lewat Komunikasi Radio

BOYOLALI, – Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di wilayah lereng Merapi terus melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pihak dalam rangka menginformasikan kondisi terakhir gunung Merapi. Komunikasi intensif lewat radio ini pertama kali di rintis Tim Sibat Cluntang. 
Hal itu dikemukakan Kepala Markas PMI Boyolali, Dahat Wilarso menanggapi pertanyaan tentang peran serta lapisan masyarakat terhadap antisipasi bencana alam khususnya gunung meletus. Menurut Dahat keberadaan radio semacam ini malah diinisiasi oleh sibat setempat. 
“Selain itu di wilayah Cluntang juga sudah ada radio komunitas petani yang diinisiasi oleh Tim Sibat PMI yang setiap saat menginformasikan keadaan lingkungan ke masyrakat luas,” jelas Dahat, Jumat (12/4). 
Dahat kembali mengungkapkan, wilayah Cluntang, Wonodoyo, dan Lencoh Selo sudah terpasang sistem peringatan dini/ tanda bahaya apabila gunung Merapi naik level mnjdi awas. Masyarakat pun sudah di latih evakuasi dan simulasi pnanggulangan bencana dengan sistem sister village. Kendati demikian, komunikasi dan koordinasi perlu terus diintensifkan. Apalagi ada sejumlah desa yang sudah melengkapi diri dengan saluran radio. 
Oleh karena itu pihaknya terus berpesan kepada masyarakat di daerah rawan bencana untuk mematuhi rambu-rambu peringatan dini di wilayah masing-masing
. “Jadi kesemuanya itu dimaksudkan untuk meningkatkan kpasitas masyarakat untuk mengurangi risiko akibat bencana,” imbuhnya.