PMI Kab. Boyolali Gelar Simulasi Penanganan KLB

By Humas PMI Kab. Boyolali 08 Nov 2018, 12:46:19 WIBSiaran Pers
PMI Kab. Boyolali Gelar Simulasi Penanganan KLB

Simulasi ini untuk mengantisipasi apabila wabah penyakit yang dapat menular ini muncul lagi. Koordinator Program kesiap siagaan Epidemik Pandemik, PMI Boyolali, Sukardi, menceritakan awalnya suatu pagi masyarakat desa beraktifitas normal seperti biasanya. Ada yang meladang dan ada juga yang mencari ikan di perairan waduk Cengklik.

Secara tiba-tiba ada beberapa anak ditemukan sakit dengan gejala demam, mual, dan muntah-muntah. Sakit yang dialami beberapa anak ini kian parah. Demam badannya terus bertambah tinggi dan menggigil. Tambah lagi kepalanya pusing serta mengalami diare.

Mengetahui hal tersebut, warga memanggil bidan desa untuk pemeriksaan. Bidan desa yang curiga dengan gejala penyakit tersebut langsung menghubungi koordinator relawan pengendalian KLB untuk dibantu rujuk ke puskemas terdekat

“Petugas medis memperkirakan adanya penyakit leptospirosis,” katanya. Mengetahui hal tersebut, bidan desa melaporkan ke kepala desa (Kades) Sobokerto.

Dilapori ada KLB, Kades langsung ambil tindakan. Koordinator relawan pengendalian KLB diminta untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan (Dinkes) dan Dinas Peternakan dan Perikananan (Disnakkan) Boyolali.

Kemudian Relawan Pengendali KLB untuk melakukan pendataan (surveilans pasif) warga menemukan kembali seseorang dengan gejala yang sama. Tim pengendalian KLB melakukan pendataan dan melaksanakan tugasnya sebagai surveilans berbasis masyarakat.

Tim Pengendalian KLB juga melakukan Koordinasi dengan PMI Boyolali. tak hanya itu saja, Petugas dinas peternakan dibantu relawan pengendalian KLB untuk melakukan penangkapan tikus dan pengambilan sample untuk uji laboratorium agar memastikan dengan adanya diagnosa leptospirosis.

“Hasil uji lab oleh Dinas Peternakan terhadap beberapa tikus, ternyata dinyatakan positif leptospirosis,&rdq