SIBAT menjadi Jantungnya PMI

By Humas PMI Kab. Boyolali 13 Des 2018, 09:04:08 WIB
SIBAT menjadi Jantungnya PMI

Perwakilan Amcross, D Kendall Repass dan Margaret Stanberry, merasa senang dapat melihat dan berinteraksi dengan anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat). "Diseluruh dunia ada tim semacam Sibat, sehingga anggota Sibat harus selalu sehat agar dapat membantu warga lain saat situasi darurat dan pengurangan risiko bencana," ujar Kendall di Posko Sibat PMI, Desa Ngagrong, Ampel, Boyolali.

Kendall mengungkapkan bahwa Sibat  ternyata memiliki talent bermusik. "Saya kagum, ternyata anggota Sibat memiliki keahlian bermusik juga, dan tentu akan sangat membantu menyampaikan pesan  mitigasi dan pengurangan risiko di masyarakat," katanya.

Joko Yuwono, Koordinator Sibat Ngagrong, mengungkapkan dampak positif adanya program kerjasama ini, yang menambah pengetahuan dan pemahaman tentang potensi risiko dan mitigasi bencana. "Kami sangat terbantu oleh PMI yang membuka wawasan kami dan memahami lingkungan desa kami yang berpotenai bencana, sehingga program ini harus dikembangkan terus oleh PMI," harap Joko yang didesanya dihuni lebih dari 3.500 jiwa.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Letjen (Purn) H. Sumarsono mengungkapkan, Sibat yang merupakan bentukan PMI, menjadi salah satu tulang punggung dalam respon bencana. "Dalam situasi darurat bencana, Ketua Umum PMI H. Jusuf Kalla, telah menginstruksikan agar dapat memberikan bantuan maksimal 6 jam setelah kejadian," ujar Sumarsono.

Program kerjasama PMI dengan Amcross di Boyolali telah berjalan 1 tahun ini dibidang mitigasi bencana yaitu pipanisasi dari sumber mata air, pembuatan jalur evakuasi sepanjang jalan desa menuju lokasi aman dan sistim peringatan dini longsor di Desa Ngagrong. Selain itu juga di Desa Lencoh Kecamatan Selo, Desa Wonodoyo Kecamatan Cepogo dan Desa Cluntang Kecamatan Musuk.

"Desa Ngagrong berpotensi longsor dan angin karena berada di lereng g